Rabu, 03 November 2010
kalau sudah sedekah kenapa harus khawatir
kita sudah bekerja menyebabkan kita tidak khawatir dengan rejeki yang akan kita terima, tapi kenapa ketika kita sudah bersedekah hati kita masih khawatir kalau kalau tidak ada rejeki yang datang lebih buanyak. seharusnya ini menjadi barometer bagi kita untuk mengukur sejauh mana tingkat keimanan kita kepada Allah. kalau kita masih khawatir tentang turunnya rejeki padahal kita sudah bersedekah maka jelas iman kita kurangnkuat, kan seharusnya setelah kita bersedekah hati kita tenang kkarena sudah pasti rejeki kita akan bertambah dari jatah yang seharusnya kita dapatkan.
kesulitan hidup tidak akan mendatangkan kebahagiaan
“Tuhanku, Kini ku mengerti, aku menjadi jiwa yang damai, bukan karena aku berhasil memadamkan semua kontradiksi di dalam diriku, tetapi karena aku justru menggunakan kegelisahan hatiku untuk menjadikanku lebih sabar dan lebih mengerti maksud di balik kesulitan yang kau hamparkan sebagai jalan naikku. Tuhanku, Aku mohon Engkau mendamaikanku, atau menggelisahkanku dengan kesulitan yang memuliakanku. Amien”
demikian penggalan doa dari seorang motivator…. saya sangat tertarik dengan kalimat terakhir yaitu dengan memohon kepada Tuhan agar “didamaikan hatiku”, namun ada kalimat yang menyertainya yaitu “dengan kesulitan”. baik menurut hukum pikiran bahwa apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi, dalam kalimat “dengan kesulitan” penggalan kalimat ini bertolak belakang dengan keinginan orang tersebut dalam berdoa yaitu menginginkan kebahagiaan.
baik, kalau saya, maka sebelum berdoa sesuatu yang “sulit” harus kita ubah menjadi positif misalnya dengan “pelajaran hidup”, “tantangan hidup” atau kalimat kalaimat lainnya yang lebih positif. sehingga apa yang diucapkan dalam doa akan sejalan dengan pikiran dari apa yang sedang dihadapi.
demikian penggalan doa dari seorang motivator…. saya sangat tertarik dengan kalimat terakhir yaitu dengan memohon kepada Tuhan agar “didamaikan hatiku”, namun ada kalimat yang menyertainya yaitu “dengan kesulitan”. baik menurut hukum pikiran bahwa apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi, dalam kalimat “dengan kesulitan” penggalan kalimat ini bertolak belakang dengan keinginan orang tersebut dalam berdoa yaitu menginginkan kebahagiaan.
baik, kalau saya, maka sebelum berdoa sesuatu yang “sulit” harus kita ubah menjadi positif misalnya dengan “pelajaran hidup”, “tantangan hidup” atau kalimat kalaimat lainnya yang lebih positif. sehingga apa yang diucapkan dalam doa akan sejalan dengan pikiran dari apa yang sedang dihadapi.
merubah pikiran seperti apa yang kita inginkan
orang kadang tidak peka dengan apa yang diinginkannya, orang ingin kaya tapi yang dipikirkan miskin terus, orang ingin melunasi hutan yang dipikirkan nya hutang terus.. orang ingin sehat yang dipikirkan sakit terus…, orang ingin sholat nyakhusyu yang dipikirkan khusyu itu sulit, orang ingin anaknya sholeh tapi yang dibicarakan anaknya nakal teruuss….
sekarang apa yang kita pikirkan itulah yang terjadi, maka sebaiknya jangan berpikir apa yang tidak kita inginkan tapi berpikirlah apa yang kita inginkan sehingga kenyataan hidup ini akan selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. kita ingin kaya kita berpikir kaya maka yang kita dapatkan adalah rejeki yang berlimpah, kita ingin sehat yang kita pikirkan adalah kesehatan prima dalam diri kita sehingga kita akan mendapatkan kesehatan, kita ingin anak kita sholeh yang kita pikirkan adalah anak kita cerdas dan sholeh maka yang kita dapat kan adalah anak anak kita yang baik dan menurut kepada kita serta mau menjalankan ibadah dengan baik. ..
langkah pertama untuk merubah pikiran adalah menyadari sekecil kecilnya pikiran pikiran apa yang selalu bertentangan dengan keinginan kita, catatlah kemudian rubahlah semua yang tidak sesuai dengan keinginan tersebut menjadi sesuai dengan keinginan.
contoh nya sangat sederhana.. misalnya kita punya mobil tahun 93 … masih bagus.. tapi ketika kita dijalan bertemu dengan mobil tahun 2005 yang model dan karakter mobilnya kita sukai dan kita ingin maka langsung saja pikiran kita arahkan untuk memilikinya yaitu dengan berdoa kepada Allah, ya Allah saya ingin mobil itu rasakan bagaimana memilikinya seperti sang pemilik mobil tersebut memilikinya.. dan jangan berpikir tentang “ah ada ada saja”, “ah mana mungkin..” kata kata atau pikiran seperti ini melawan keinginan kita .
yang penting adalah selaraskan keinginan kita dengan pikiran kita, tidak mungkin kita berkeinginan negatif, dalam diri manusia ada “BASHIROH” yang tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik, dia selalu menuntun kita untuk memilihyang terbaik maka jalankan pikiran kita sesuai dengan keinginan yang memiliki sifat bashiroh dan fitrah. mana ada orang yang berkeinginan rumah jelek, mana ada orang yang ingin sakit, mobil jelek, mana ada orang yang menginginkan anaknya nakal.. dan seterusnya. pasti kita ingin yang lebih baik karena itulah fitrah kita. dan Allah pun menghendaki demikian yaitu hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan itulah ciri ciri orang yang beruntung.
Allah tidak akan merubah suatu kaum jika kaum itu tidak merubah dirinya, apa yang di rubah dalam dirinya yang dirubah dalam dirinya adalah pikirannya dulu jika pikiran sudah sesuai dengan keinginan maka Allah akan mewujudkannya.
saya pagi ini menginginkan hari hari ini nanti di liputi dengan keceriaan, bekerja dengan penuh semangat dan saya antusias dengan pekerjaan saya. saya pun berpikir demikian … ya Allah ceriakan hidup saya, bahagiakan hidup saya, ….. terimakasih ya Allah…..
sekarang apa yang kita pikirkan itulah yang terjadi, maka sebaiknya jangan berpikir apa yang tidak kita inginkan tapi berpikirlah apa yang kita inginkan sehingga kenyataan hidup ini akan selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. kita ingin kaya kita berpikir kaya maka yang kita dapatkan adalah rejeki yang berlimpah, kita ingin sehat yang kita pikirkan adalah kesehatan prima dalam diri kita sehingga kita akan mendapatkan kesehatan, kita ingin anak kita sholeh yang kita pikirkan adalah anak kita cerdas dan sholeh maka yang kita dapat kan adalah anak anak kita yang baik dan menurut kepada kita serta mau menjalankan ibadah dengan baik. ..
langkah pertama untuk merubah pikiran adalah menyadari sekecil kecilnya pikiran pikiran apa yang selalu bertentangan dengan keinginan kita, catatlah kemudian rubahlah semua yang tidak sesuai dengan keinginan tersebut menjadi sesuai dengan keinginan.
contoh nya sangat sederhana.. misalnya kita punya mobil tahun 93 … masih bagus.. tapi ketika kita dijalan bertemu dengan mobil tahun 2005 yang model dan karakter mobilnya kita sukai dan kita ingin maka langsung saja pikiran kita arahkan untuk memilikinya yaitu dengan berdoa kepada Allah, ya Allah saya ingin mobil itu rasakan bagaimana memilikinya seperti sang pemilik mobil tersebut memilikinya.. dan jangan berpikir tentang “ah ada ada saja”, “ah mana mungkin..” kata kata atau pikiran seperti ini melawan keinginan kita .
yang penting adalah selaraskan keinginan kita dengan pikiran kita, tidak mungkin kita berkeinginan negatif, dalam diri manusia ada “BASHIROH” yang tahu mana yang baik dan mana yang tidak baik, dia selalu menuntun kita untuk memilihyang terbaik maka jalankan pikiran kita sesuai dengan keinginan yang memiliki sifat bashiroh dan fitrah. mana ada orang yang berkeinginan rumah jelek, mana ada orang yang ingin sakit, mobil jelek, mana ada orang yang menginginkan anaknya nakal.. dan seterusnya. pasti kita ingin yang lebih baik karena itulah fitrah kita. dan Allah pun menghendaki demikian yaitu hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan itulah ciri ciri orang yang beruntung.
Allah tidak akan merubah suatu kaum jika kaum itu tidak merubah dirinya, apa yang di rubah dalam dirinya yang dirubah dalam dirinya adalah pikirannya dulu jika pikiran sudah sesuai dengan keinginan maka Allah akan mewujudkannya.
saya pagi ini menginginkan hari hari ini nanti di liputi dengan keceriaan, bekerja dengan penuh semangat dan saya antusias dengan pekerjaan saya. saya pun berpikir demikian … ya Allah ceriakan hidup saya, bahagiakan hidup saya, ….. terimakasih ya Allah…..
ihlas karena apa?
setiap pekerjaan yang kita lakukan asal dilakukan dengan ihlas maka akan menghasilkan suatu kekuatan yang besar. seorang ibu yang ihlas menggendong anaknya karena anaknya maka dia akan kuat dalam menggendong bahkan mengalahkan kekuatan suaminya dalam menggendong anak, orang yang mengabdikan dirinya demi bangsa dan negara… yang bekerja ihlas karena bangsa dan negara maka apapun dilakukan untuk bangsa dan negara… seorang pekerja yang bekerja ihlas bekerja karena uang maka dia akan kuat bekerja siang dan malam…
sekarang yang menjadi pertanyaan adalah seseorang melakukan suatu pekerjaan didasarkan atas ihlas karena apa? karena keluarga, karena kekasih, karena uang, karena bangsa dan negara atau karena Allah. jika karena Allah maka suatu pekerjaan yang kita lakukan tidak akan berhenti kepada sesuatu selain Allah, tapi jika kita bekerja karena bukan Allah misalnya karena uang maka kekuatan bekerja akan berhenti kepada uang, jadi jika uang tidak didapatkan dalam bekerja maka akan muncul kecewa. demikian pula ihlas karena keluarga, ihlas karena bangsa dan negara .. atau ihlas kepada yang lain.
dalam agama yang dimaksud dengan ihlas adalah ihlas karena Allah. ihlas ini mengiringi niat dan niat mengiringi perbuatan kita.
sekarang yang menjadi pertanyaan adalah seseorang melakukan suatu pekerjaan didasarkan atas ihlas karena apa? karena keluarga, karena kekasih, karena uang, karena bangsa dan negara atau karena Allah. jika karena Allah maka suatu pekerjaan yang kita lakukan tidak akan berhenti kepada sesuatu selain Allah, tapi jika kita bekerja karena bukan Allah misalnya karena uang maka kekuatan bekerja akan berhenti kepada uang, jadi jika uang tidak didapatkan dalam bekerja maka akan muncul kecewa. demikian pula ihlas karena keluarga, ihlas karena bangsa dan negara .. atau ihlas kepada yang lain.
dalam agama yang dimaksud dengan ihlas adalah ihlas karena Allah. ihlas ini mengiringi niat dan niat mengiringi perbuatan kita.
hidup dalam alam keyakinan
alam keyakinan adalah alam kesadaran, kesadaran yang memiliki arah, kepastian. kesadaran yang jelas kesadaran yang memiliki arah akan menagarahkan hidup kita baik dari pikiran kita, emosi kita, perilaku bahkan alam sekitar kita. maka yang kita perlu kita rubah , jika kita ingin berubah dalam hidup adalah kesadaran keyakinan kita dulu… nantinya Allah yang akan merubah.
hidup dalam alam keyakinan selalu mengarah atau meningkatkan kualitas hidup kita, karena orang yang beruntung adalah orang yang selalu lebih baik dari hari kemarin. karena kita yakin kepada sesuatu yang positif sehingga apa yang terjadi pada diri kita adalah sesuatu yang positif.
jadi : berpikir positif, yakin kepada yang positif, dan kita akan mengalami yang positif…….. itulah surga duunia
hidup dalam alam keyakinan selalu mengarah atau meningkatkan kualitas hidup kita, karena orang yang beruntung adalah orang yang selalu lebih baik dari hari kemarin. karena kita yakin kepada sesuatu yang positif sehingga apa yang terjadi pada diri kita adalah sesuatu yang positif.
jadi : berpikir positif, yakin kepada yang positif, dan kita akan mengalami yang positif…….. itulah surga duunia
bahagia bikin kaya
bukan sebaliknya…. tapi bahagia lah yang dapat membuat kita kaya, berarti juga sedih bikin miskin. maka dari itu siapa yang tidak ingin kaya jangan meneruskan membaca tulisan saya, ……khusus bagi mereka yang ingin kaya mari kita bincangkan sedikit tentang penyebab kaya. ternyata mudah untuk bisa kaya kuncinya adalah bahagia … baik kalau kita ingin kaya berarti kita harus siap untuk bahagia kalau tidak siap bahagia jangan jadi orang kaya… sebab untuk kaya kalau tidak bahagia sama saka miskin.
orang yan g bahagia dapat kita rekayasa …. sehingga lama lama menjadi bahagia beneran dan kalau sudah bagini maka sebentar lagi kita akan menjadi orang kaya ….
orang kaya belum tentu bahagia tapi orang bahagia sudah pasti kaya.. . bahkan bisa kaya raya… usahanya lancar, bisnisnya banyak… dan uang selalu ada di dompet dan ada di bank…. sungguh harta menambah kita untuk lebih bahagia…
logika ini jangan dibalik artinya bukan lah kekayaan yang membuat kita bahagia (kalau dasarnya memang tidak bahagia), bahagialah yang membuat kita kaya dan karena dasarnya adalah bahagia maka sekaya raya apapun kita kekayaan kita akan membuat kita lebih bahagia.
jelas.. kaya lebih baik dari miskin…. lebih enak kaya dari pada miskin… jadi kaya adalah positif sehingga sesuatu yang poisitif harus kta niatkan harus kita inginkan. jangan membenci kaya karena benci terhadap kaya akan membuat kita dijauhi dari kemakmuran, kecukupan dan kebahagiaan…
untuk marilah kita mencari surga dunia yaitu dengan bahagia … sungguh dalam kebahagiaan ada kekayaan.
orang yan g bahagia dapat kita rekayasa …. sehingga lama lama menjadi bahagia beneran dan kalau sudah bagini maka sebentar lagi kita akan menjadi orang kaya ….
orang kaya belum tentu bahagia tapi orang bahagia sudah pasti kaya.. . bahkan bisa kaya raya… usahanya lancar, bisnisnya banyak… dan uang selalu ada di dompet dan ada di bank…. sungguh harta menambah kita untuk lebih bahagia…
logika ini jangan dibalik artinya bukan lah kekayaan yang membuat kita bahagia (kalau dasarnya memang tidak bahagia), bahagialah yang membuat kita kaya dan karena dasarnya adalah bahagia maka sekaya raya apapun kita kekayaan kita akan membuat kita lebih bahagia.
jelas.. kaya lebih baik dari miskin…. lebih enak kaya dari pada miskin… jadi kaya adalah positif sehingga sesuatu yang poisitif harus kta niatkan harus kita inginkan. jangan membenci kaya karena benci terhadap kaya akan membuat kita dijauhi dari kemakmuran, kecukupan dan kebahagiaan…
untuk marilah kita mencari surga dunia yaitu dengan bahagia … sungguh dalam kebahagiaan ada kekayaan.
Langganan:
Komentar (Atom)